PELAYANAN RUQYAH : Anda ingin terhindar dari gangguan Jin, Setan , Santet dan Sihir Maka Dirukyah

Jangan Berobat ke Dukun yang hanya menambah derita dunia dan akhirat.

Layanan Pengobatan Kami Sesuai Syar`i

Layanan Pengobatan kami dibantu doanya anak-anak dhuafa yang mengaji bukan dengan sesaji dan bantuan Jin.

ANDA BISA TERBANTU KAMI JUGA TERBANTU

Seluruh Infaq Anda Untuk Kegiatan Dakwah dan Kegiatan Pendidikan Diniyah.

Melayani Bimbingan Tesis 5

Buat Yang Sedang Bingung Membuat Skripsi dan Tesis Kami Juga melayani Bimbingan Dan Konsultasi.

Sabtu, 22 Februari 2014

KIR Manfaat Daun Pegagan

RINGKASAN
     Pegagan atau nama lainnya: antanan, panegowang, rendeng, caling rambut, antenan gede, kos tekosan, pegaga, kori-kori bisa tumbuh hingga ketinggian 2.500 m diatas permukaan laut. Jenisnya tumbuhan tanpa batang, dengan rimpang pendek dan stolon-stolon yang merayap dengan panjang 10-80 cm. Akarnya keluar dari setiap bonggol, dengan cabang yang akan membentuk tumbuhan baru. Helai daun bersifat tunggal (satu), panjang tangkai sekitar 5-15 cm dengan bentuk ginjal manusia. Berbagai penelitian mengenai khasiat pegagan telah banyak dilakukan. Manfaat yang berhubungan dengan fungsi saraf dan otak telah dibuktikan lewat berbagai penelitian.
Pegagan merupakan tanaman herba tahunan yang tumbuh menjalar danberbunga sepanjang tahun. Pegagan mengandung asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, madecassoside, brahmoisde, brahminoside, brahmic acid, madasitic acid, hydrocotyline, mesoinositol, centellose, caretenoids, garam mineral ( seperti garam kalium, natrium, magnesium, kalsium, besi), zat pahit vellarine dan zat samak. Melihat kandungan gizinya yang cukup tinggi, persebarannya yang luas serta jumlahnya yang cukup banyak sepanjang tahun, daun pegagan  diolah sebagai makanan alternatif. Sehingga rumusan masalah dalam penelitian ini adalahBagaimana pemanfaatan dan pengolahan daun pegagan menjadi suatu produk makanan ringan sebagai salah satu usaha menciptakan makanan alternatif yang bernilai gizi tinggi.
     Penelitian ini dilakukan pada tanggal 10 September 2011 di ruang Lifeskill SMA N 2 Purbalingga.  Dengan tahap _ tahap sebagai berikut : tahap persiapan        (meliputi pengajuan judul, pembuatan proposal   penelitian), tahap pelaksanaan (studi pustaka, pembuatan dan penyusunan instrument penelitian, pelaksanaan penelitian), tahap penyelesaian (analisis data dan penyusunan laporan).

BAB 1
     PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang Masalah
Pegagan merupakan tanaman herba tahunan yang tumbuh menjalar danberbunga sepanjang tahun. Tanaman akan tumbuh subur bila tanah dan lingkungannya sesuai hingga dijadikan penutup tanah. Pegagan hijau sering banyak dijumpau di daerah pesawahan dan disela-sela rumput. Tempat yang disukai oleh pegagan hijau yaitu tempat agak lembab dan terbuka atau agak ternaungi.
Dari berbagai penelitian in vitro terhadap pegagan menemukan kemampuannya menghancurkan berbagai bakteri penyebab infeksi, seperti Staphylococcus aureus, Escherechia coli, Pseudomonas aeruginosa, Salmonella typhi, dan sejenisnya. Sementara dalam bentuk infus atau ekstrak etanol, tumbuhan ini dipercaya dapat menghambat pertumbuhan bakteri.
Pegagan mengandung asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, madecassoside, brahmoisde, brahminoside, brahmic acid, madasitic acid, hydrocotyline, mesoinositol, centellose, caretenoids, garam mineral ( seperti garam kalium, natrium, magnesium, kalsium, besi), zat pahit vellarine dan zat samak.Melihat kandungan gizinya yang cukup tinggi, persebarannya yang luas serta jumlahnya yang cukup banyak sepanjang tahun, daun pegagan  diolah sebagai makanan alternatif. Kebanyakan pegagan dikonsumsi segar untuk lalapan, tetapi ada yang dikeringkan untuk dijadikan teh, diambil ekstraknya untuk dibuat kapsul atau diolah menjadi krem, salep, obat jerawat, maupun body lotion. Sampai saat ini pemanfaatan daun pegagan sebagai makanan alternative masih sangat terbatas sehingga perlu diteliti kemungkinan pemanfaatan lainnya.

B.  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai beikut :
     Bagaimana pemanfaatan dan pengolahan daun pegagan menjadi suatu produk makanan ringan sebagai salah satu usaha menciptakan makanan alternatif yang bernilai gizi tinggi.
C.  Tujuan
Berdasarkan latar belakang di atas  maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan dan pengolahan daun pegagan menjadi suatu produk makanan ringan sebagai salah satu usaha menciptakan makanan alternatif yang bernilai gizi tinggi
D. Manfaat
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat bagaimana cara pemanfaatan dan pengolahan daun pegagan menjadi suatu produk makanan ringan, sehingga masyarakat mengenal lebih banyak produk makanan alternatif yang bergizi.
E.  Hipotesis
     Daun pegagan dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi suatu produk makanan ringan sebagai salah satu usaha menciptakan makanan alternatif yang bernilai gizi tinggi.




BAB 2
TELAAH PUSTAKA
  1.  Ciri – Ciri Umum Pegagan
           Pegagan atau Centella asiatica bisa tumbuh hingga ketinggian 2.500 m diatas permukaan laut. Jenisnya tumbuhan tanpa batang, dengan rimpang pendek dan stolon-stolon yang merayap dengan panjang 10-80 cm. Akarnya keluar dari setiap bonggol, dengan cabang yang akan membentuk tumbuhan baru. Helai daun bersifat tunggal (satu), panjang tangkai sekitar 5-15 cm dengan bentuk ginjal manusia. (Abu           Usamah. 2009).
Taksonomi Pegagan adalah sebagai berikut :
Kerajaan                          :  Plantae
Divisio                             :  Spermatophyta
Kelas                                :  Dicotyledone
Ordo                                :  Umbillales
Familia                             :  Umbilliferae    (Apiaceae)
Genus                              :  Centella
Species                             :  C.  asiatica  &  Hydrocotyleasiatica
Nama Binominal              :  Centella asiatica  (Bobcat. 2008)
Pegagan terdapat di seluruh Indonesia, berasal dari Asia tropik. Menyukai tanah yang agak lembab dan cukup mendapat sinar matahari atau teduh, seperti di padang rumput, pinggir selokan, sawah, dan sebagainya. Kadang-kadang di tanam sebagai penutup tanah di perkebunan atau sebagai tanaman sayuran (sebagai lalab), terdapat sampai ketinggian 2.500 m di atas permukaan laut.
Pegagan merupakan terna menahun tanpa batang, tetapi dengan rimpang pendek dan stolon-stolon yang merayap dengan panjang 10 cm – 80 cm, akar keluar dari setiap bonggol, banyak bercabang yang membentuk tumbuhan baru. Helai daun tunggal, bertangkai panjang sekitar 5 cm – 15 cm berbentuk ginjal. Tepinya bergerigi atau beringgit, dengan penampang 1 cm – 7 cm tersusun dalam roset yang terdiri atas 2 – 10 helai daun, kadang-kadang agak berambut. Bunga berwarna putih atau merah muda, tersusun dalam karangan berupa payung, tunggal atau 3-5 bersama-sama keluar dari ketiak daun.
Tangkai bunga 5 mm – 50 mm. Buah kecil bergantung yang bentuknya lonjong/pipih panjang 2 – 2,5 mm, baunya wangi dan rasanya pahit. 1. Syarat Tumbuh a. Iklim Ketinggian tempat : 1 m – 2.500 m di atas permukaan laut Curah hujan tahunan : 1.500 mm – 2.500 mm/tahun Bulan basah (di atas 100 mm/bulan) : 9 bulan Bulan kering (di bawah 60 mm/bulan): 3 bulan – 4 bulan Suhu udara : 20′ C – 25′ C Kelembapan : tinggi Penyinaran : sedang b. Tanah Tekstur : pasir sampai liat Drainase : sedang – baik Kedalaman air tanah : 25 cm – 50 cm dari permukaan tanah Kedalaman perakaran : 5 cm – 25 cm dari permukaan tanah Kemasaman (pH) : 5 – 7 Kesuburan : sedang 2.
Pedoman Bertanam a. Pegolahan Tanah Tanaman kaki kuda umumnya dikenal sebagai tumbuhan liar. Meskipun demikian tanaman ini dapat diperbanyak melalui stek batang. Buat lubang tanam berukuran 25 cm x 25 cm x 25 cm Stek bibit ditanam pada lubang tersebut dengan dengan jarak tanam 1 m x 1 m. Batangnya tumbuh merayap,menghasilkan cabang-cabang yang membentuk rumpun yang menutupi tanah. Di daerah Jawa Barat, tanaman kaki kuda kadang-kadang ditanam sebagai penutup tanah di perkebunan teh (Nurudin Jauhari. 2011).
  1.  Manfaat Pegagan
Dari berbagai penelitian in vitro terhadap pegagan menemukan kemampuannya menghancurkan berbagai bakteri penyebab infeksi, seperti Staphylococcus aureus, Escherechia coli, Pseudomonas aeruginosa, Salmonella typhi, dan sejenisnya. Sementara dalam bentuk infus atau ekstrak etanol, tumbuhan ini dipercaya dapat menghambat pertumbuhan bakteri. (Solagracia. 2008)
            Berikut ini merupakan unsur – unsur yang terkandung dalam tanama pegagan :
1.      Asiatosida berfungsi memperbaiki sel-sel kulit, stimulasi pertumbuhan kuku, rambut, dan jaringan ikat.
2.      Glikosida Saponin. Dengan pemakaian dosis tinggi mampu menghasilkan efek pereda nyeri.
3.      Saponin bermanfaat untuk mempengaruhi kolagen, misalnya dalam menghambat produksi jaringan bekas luka yang berlebihan.
4.      Triterpenoid mempunyai aktivitas penyembuhan luka yang luar biasa.
5.      Senyawaan Glikosida Triterpenoida yang disebut asiaticoside dan senyawaan sejenis, mempunyai manfaat sebagai anti lepra (Morbus Hansen).
6.      Beberapa bahan aktif lainnya akan meningkatkan fungsi mental melalui efek penenang, antistres, dan anticemas. (http://www.pegagan.org/)


BAB 3
METODE PENULISAN
  1. Cara Pengumpulan Data
Data dikumpulkan dari sumber-sumber bacaan berupa jurnal, majalah, buku, artikel ilmiah di internet dan sumber-sumber lain yang relevan dengan topik yang di bahas.
  1. Cara Pengolahan Data
           Data, fakta atau informasi kualitatif dianalisis dengan analisis deskriptif dalam bentuk teks.
  1. Analisis dan Sintesis
            Analisis dilakukan dengan cara membandingkan intisari – intisari sumber bacaan sebagai hasil pengolahan dan penafsiran data, fakta atau informasi.
  1. Penarikan Simpulan
           Simpulan dibuat dengan menggunakan pola pikir induktif, yaitu menarik simpulan dari proposisi – proposisi yang khusus yang kemudian di generalisasikan.
  1. Perumusan Saran
           Perumusan saran dan rekomendasi dibuat berdasarkan hasil simpulan.


BAB 4
ISI
A.        Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2010 di ruang lifeskill SMA Negeri 2 Purbalingga dengan tahap sebagai berikut :
1.    Tahap persiapan         :  meliputi pengajuan judul, pembuatan proposal   penelitian.
2.    Tahap pelaksanaan    : studi pustaka, pembuatan dan penyusunan instrument penelitian, pelaksanaan penelitian.
3.   Tahap penyelesaian    :  analisis data dan penyusunan laporan.
B.     Alat dan Bahan
Alat :
  1. Penghalus bumbu
  2. Wajan
  3. Kompor
  4. Baskom
  5. Spatula
  6. Sendok
  7. Saringan
Bahan :
  1. Daun pegagan
  2. Air
  3. Tepung beras
  4. Tepung kanji
  5. Bawang putih
  6. Ketumbar
  7. Garam
  8. Minyak sayur
C.    Cara Pembuatan
  1. Pengumpulan daun pegagan
  2. Pencucian daun pegagan
  3. Pembuatan bumbu dengan menghaluskan bawang putih, ketumbar, garam, dan penyedap rasa.
  4. Pembuatan adonan dengan mencampurkan tepung beras, tepung kanji, dan bumbu yang telah halus.
  5. Memasukan daun pegagan kedalam adonan.
  6. Memanaskan minyak diatas wajan dengan api kecil.
  7. Proses penggorengan keripik daun pegagan.
  8. Keripik daun pegagan siap disajikan.

D.    Pembahasan
                 Tanaaman pegagan adalah sejenis tanaman liar dan dianggap sebagai tanaman pengganggu. Tetapi selain sebagai tanaman pengganggu, pegagan juga memiliki manfaat yang bergunapegagan adalah sejenis tanaman liar dan dianggap sebagai tanaman pengganggu. Tetapi selain sebagai tanaman pengganggu, pegagan juga memiliki manfaat yang berguna bagi manusia, terutama untuk mengatasi berbagai macam masalah kesehatan. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa pegagan mengandung senyawa glikosida triterpenoida,asiaticoside, dan senyawaan sejenis, pegagan secara umum berkasiat sebagai hepatoprotektor yaitu melindungi sel hati dari berbagai kerusakan akibat racun dan zat berbahaya. Sehingga sangat baik dikonsumsi oleh masyarakat.
                 Seiring perkembangan jaman, tanaman pegagan semakin dikenal di kalangan masyarakat. Melalui berbagai penelitian, diketahui bahwa pegagan memiliki banyak manfaat dan khasiat. Sudah ada beberapa produk yang terbuat dari tanaman ini, antara lain kapsul ekstrak pegagan, obat herbal, cream, salep, dan body lotion. Pengolahan pegagan dalam bentuk obat herbal dipercaya mampu menghambat prosees penuaan
                 Selain sebaagai tanaman obat, pegagan juga dapat di konsumsi,misalnya diolah sebagai teh, maupun secara mentah, misalnya sebagai lalapan. Disini peneliti mencoba untuk memberikan gamabaran pada masyarakat salah satu contoh cara pengolahan daun pegagan menjadi sebuah makanan alternatif yang mudah di olah dan cocok di lidah masyarakat umumnya. Yaitu  pengolahan daun pegagan menjadi keripik.
                 Seperti yang kita ketahui, tentu sangat banyak di jumpai berbagai macam keripik dari berbagai jenis bahan, namun banyak masyarakat yang jarang bahkan tidak tahu cara pemanfaatan dan pengolahan.keripik terutama dari bahan yang mengandung banyak manfaat seperti dari tanaman pegagan ini
                 Apabila dibandingkan dengan keripik bayam, keripik daun pegagan mampu mengimbangi baik dalam segi rasa, warna, maupun aroma. Dari segi rasa, keripik pegagan sama gurihnya dengan keripik bayam. Akan tetapi zat vellarine yang terkandung dalam daun pegagan memberikan rasa agak pahit. Dalam segi warna dan aroma, keripik pegagan tidak kalah menarik dari keripik bayam. Meski telah diolah menjadi makanan yang siap saji, namun kandungan dalam keripik ini tidak banyak yang terbuang sia – sia karena tidak banyak mengalami proses pengolahan.
                 Dari uraian di atas, dapat kita ketahui bahwa daun pegagan selain dianggap sebagai tanaman liar, tanaman ini juga berpotensi tinggi untuk di olah sebagai obat ataupun makanan yang sangat berguna bagi masyarakat. Pemanfaatan  daun pegagan ini juga dapat digunakan untuk mengurangi jenis tanaman liar disekitar kita. Disamping itu, pengolahan pegagan sebagai keripik, juga dapat dijadikan sebagai peluang usaha untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan juga sangat menguntungkan.
BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN
  1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa daun pegagan berpotensi diolah menjadi makanan kecil sebagai salah satu usaha menciptakan makanan alternatif yang memiliki banyak khasiat karena kemampuanpegagan atau Centella asiatica menghancurkan berbagai bakteri penyebab infeksi, seperti Staphylococcus aureus, Escherechia coli, Pseudomonas aeruginosa, Salmonella typhi, dan sejenisnya. Sementara dalam bentuk infus atau ekstrak etanol, tumbuhan ini dipercaya dapat menghambat pertumbuhan bakteri.
Apabila dibandingkan dengan jenis keripik lainnya, terutama keripik bayam, keripik dari daun pegagan juga tidak bias diremehkan, baik dalam segi rasa, warna, maupun aroma. Selain sebagai alternatif makanan kecil  (cemilan), produksi keripik daun pegagan juga dapat dekembangkan sebagai wira usaha.
  1. Saran
1.      Perlu diadakan penelitian mengenai kandungan gizi yang terdapat di dalam keripik daun pegagan.
2.      Perlu diadakan eksperimen lebih lanjut mengenai pemanfaatan daun pegagan.
3.      Apabila akan dikembangkan sebagai usaha,sebaiknya dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai stategi  pengembangan usaha keripik daun pegagan.


DAFTAR PUSTAKA

BOBCAT. 2008. PEGAGAN.HTTP://BOBCATREVIEWNAT.BLOGSPOT.COM/2008/02/PEGAGAN-CENTELLA-ASIATICA.HTML. DI AKSES TANGGAL 10 SEPTEMBER 2011

Sutomo.  2011.  Kandungan  Pegagan.http://obatsakit2011.blogspot.com/2011/06/kandungan-pegagan.html.  diakses tanggal 10 September 2011
Usamah, Abu. 2009.  Khasiat   Pegagan.http://apotekherba.blogspot.com/2009/11/khasiat-pegagan.html. di akses tanggal 10 September 2011
Solagracia. 2008. Kelemahan Obat Modern atau Obat Kimia.http://solagracia1811.multiply.com/journal/item/7/Back_To_Nature. diakses tanggal 10.9.2011
Wikipedia. 2011. Pegagan. http://id.wikipedia.org/wiki/Pegagan. diakses tanggal 10 September 2011
Jauhari, Nurudin . 2011. Tanaman obat Kaki kuda.http://informasidantips.com/search/tanaman+kaki+kuda/. diakses tanggal 10 September 2011
BBPD Ketindan. 2011. Sekilas Tentang Pegagan Sebagai Tanaman Obat.http://www.deptan.go.id/bpsdm/bbppketindan/index.php/artikel/223-sekilas-tentang-pegagan-sebagai-tanaman-obat. diakses tanggal 10 sepetember 2011

Gunawan.  2011.  Kapsul  Pegagan Melancarkan  Sirkulasi   Darah   Serta Penguat Daya Ingat, Konsentrasi Dan Kecerdasan.http://www.pegagan.orgdiakses tanggal 12 September 2011

sumberhttp://nurdianhaznawati.blogspot.com/2011/09/karya-tulis-ilmiah-remaja.html

Kamis, 20 Februari 2014

Kaya Ilmiah Remaja Tentang Energi Alternative

Bab I Pendahuluan 

1.1 Latar Belakang 
Hampir semua orang mengenal tanaman jeruk, terutama bagian buahnya yang sangat digemari. Tanaman jeruk ini semula hanya berupa vegetasi alami yang menempati areal yang cukup luas di Asia Timur dan Asia Selatan mulai dari Cina sampai India, Malaysia, Indonesia, Filipina dan Kaledonia Baru. Namun saat ini tanaman tersebut telah dibudidayakan di hampir semua negara tropis dan sub tropis.

Tanaman jeruk ini tidak hanya disukai oleh masyarakat karena rasa buahnya yang segar dan manis namun tanaman ini mempunyai begitu banyak manfaat antara lain beberapa produk makanan yang dibuat dari jeruk, misalnya kulit buah untuk selai dan permen. Pektin dibuat juga dari kulit buah jeruk dan asam sitrat dari jeruk lemon dan jeruk nipis. Bunga, buah dan daun jeruk yang harum itu di ekstrak menjadi minyak atsiri. Kulit buahnya merupakan sumber yang baik, tetapi hanya bunga jeruk asam yang menghasilkan wewangian yang paling mahal. 

Di Indonesia sendiri jeruk merupakan komoditas buah-buahan terpenting setelah pisang dan mangga. Produksi jeruk di Indonesia pada tahun 2001 mencapai 744.052 ton/tahun. Bila kebutuhan konsumsi buah jeruk segar diasumsikan 3,26 kg/kapita/tahun atau 30 buah/kapita/tahun, maka dengan perhitungan jumlah penduduk 204,4 juta jiwa memerlukan ketersediaan buah jeruk segar sebanyak 866.247 ton. Data tahun 2001 menunjukkan bahwa Indonesia mengimpor jeruk sebesar 73.304 ton, sehingga total ketersediaan mencapai jumlah 817.356 ton (Dirjenhorti; 2002). 

Melihat kebutuhan akan tanaman jeruk cukup tinggi baik karena kandungan gizinya maupun manfaat lain yang bisa diambil, maka penulis ingin mencoba menggali potensi lain dari buah jeruk yang sebenarnya hampir terlupakan oleh kita, yaitu pemanfaatan kulit jeruk. 

Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan oleh penulis, ternyata selama ini kulit jeruk kurang dimanfaatkan terutama oleh masyarakat konsumen buah jeruk. Umumnya para konsumen hanya memakan buah jeruk saja dan kulit jeruknya hanya dijadikan limbah terbuang. Padahal sebenarnya kulit jeruk mempunyai potensi yang sangat besar. Salah satunya adalah potensi pemanfaatan kulit jeruk yang dapat dijadikan sebagai alternatif pengganti bahan bakar fosil, karena penulis melihat beberapa tahun terakhir ini energi dan bahan bakar merupakan persoalan yang krusial di dunia. 

Peningkatan permintaan energi yang disebabkan oleh pertumbuhan populasi penduduk dan menipisnya sumber cadangan minyak dunia serta permasalahan emisi dari bahan bakar fosil memberikan tekanan kepada setiap negara untuk segera memproduksi dan menggunakan energi terbaharukan. Selain itu, peningkatan harga minyak dunia hingga mencapai 100 U$ per barel juga menjadi alasan yang serius yang menimpa banyak negara di dunia terutama Indonesia. 

Lonjakan harga minyak dunia akan memberikan dampak yang besar bagi pembangunan bangsa Indonesia. Konsumsi BBM yang mencapai 1,3 juta/barel tidak seimbang dengan produksinya yang nilainya sekitar 1 juta/barel sehingga terdapat defisit yang harus dipenuhi melalui impor. Menurut data ESDM (2006) cadangan minyak Indonesia hanya tersisa sekitar 9 milliar barel. Apabila terus dikonsumsi tanpa ditemukannya cadangan minyak baru, diperkirakan cadangan minyak ini akan habis dalam dua dekade mendatang. Untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak pemerintah telah menerbitkan Peraturan presiden republik Indonesia nomor 5 tahun 2006 tentang kebijakan energi nasional untuk mengembangkan sumber energi alternatif sebagai pengganti bahan bakar minyak. Kebijakan tersebut menekankan pada sumber daya yang dapat diperbaharui sebagai altenatif pengganti bahan bakar minyak. 

Melihat kondisi di atas penulis berusaha mengkaji potensi pada kulit jeruk yang ternyata mengandung minyak atsiri yang mudah menguap dan terbakar. Minyak atsiri ini yang nantinya diharapkan dapat dijadikan sebagai alternatif pengganti bahan bakar fosil. Selanjutnya penulis ingin mempublikasikan potensi kulit jeruk diatas terutama untuk bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis yaitu sebagai pengganti bahan bakar fosil yang kita ketahui semakin lama semakin menipis serta dampaknya terhadap kondisi lingkungan saat ini. 

Oleh sebab itu, dengan karya tulis ini penulis berharap agar potensi minyak atsiri yang ada di dalam kulit jeruk dapat di sosialisasikan kepada publik hingga pada akhirnya dapat diteliti lebih lanjut sampai dengan pemanfaatannya langsung sebagai bahan bakar. 

1.2 Rumusan Masalah 
Saat ini kondisi lingkungan kita semakin buruk akibat pengguaan bahan bakar fosil serta jumlahnya sudah mulai menipis. Bagitu banyak dampak yang ditimbulkan akibat pengguaan bahan bakar ini, salah satunya yang menjadi masalah global dan perlu penanganan segera yaitu mengenai isu global warming. Dampak ini tidak hanya berpengaruh terhadap keadaan lingkungan saja, namun juga berdampak terhadap kehidupan makhluk hidup yang ada di bumi.

Berdasarkan latar belakang diatas maka terdapat rumusan masalah yang menjadi dasar penulisan karya tulis ini, yaitu:

  1. Apakan kulit jeruk berpotensi sebagai alternatif pengganti bahan bakar fosil ? 
1.3 Batasan Masalah 
Dalam karya tulis ini penulis hanya mengungkapkan pemanfaatan potensi kulit jeruk sebagai alternatif pengganti bahan bakar fosil.

1.4 Tujuan Penulisan 
Untuk mengetahui sejauh mana potensi yang dimiliki oleh minyak yang terkandung dalam kulit jeruk sebagai alternatif pengganti bahan bakar fosil.

1.5 Manfaat Penulisan 
Manfaat yang ingin diperoleh antara lain :

  1. Dapat dijadikan objek masalah yang perlu dipikirkan lebih lanjut mengenai pemanfaatan potensi kulit jeruk sebagai alternatif pengganti bahan bakar fosil. 
  2. Dengan adanya karya tulis ini memungkinkan dapat memberikan solusi, pemecahan dan jalan keluar yang baik akan masalah global saat ini, terutama terhadap masalah lingkungan. 
  3. Dapat menjadi salah satu pilihan alternatif untuk menghadapi masalah krisis bahan bakar yang perlu dikaji lebih lanjut. 

Selasa, 18 Februari 2014

Struktur Peulisan KIR Pemanfaatan Biogas

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

Krisis energi yang melanda negeri ini diperkirakan masih akan berlangsung beberapa tahun ke depan. Di tengah persoalan tersebut, pengembangan energi baru dan terbarukan menjadi solusi alternative. Pada bab ini akan dibahas tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penulisan, manfaat pennulisan, metode penyelesaian, dan sistematika penulisan tentang penggunaan biogas sebagai pengganti BBM untuk penghasil energi.
Dengan timbulnya kelangkaan bahan bakar minyak yang disebabkan oleh kenaikan harga minyak dunia yang signifikan, pemerintah mengajak masyarakat untuk mengatasi masalah energi ini secara bersama-sama karena kenaikan harga yang mencapai 72 dolar/barel ini termasuk luar biasa ¹. Harga ini membuat harga minyak menjadi yang tertinggi sepanjang abad 21. Masalah ini memang sulit sebagaimana yang dikatakan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla bahwa kenaikan harga minyak akan menyebabkan kenaikan subsidi bahan bakar minyak (BBM) pada APBN 2006. Peryataan selanjutnya dikatakan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menyatakan bahwa masyarakat perlu untuk melakukan penghematan di segala sisi termasuk penggunaan BBM, listrik, air, dan telepon ². Adapun hal yang menyebabkan keharusan setiap warga untuk melakukan proses penghematan adalah karena pasokan bahan bakar yang berasal dari minyak bumi merupakan sumber energi fosil yang tidak dapat diperbarui (unrenewable). Salah satu jalan untuk melakukan penghematan BBM adalah dengan mencari sumber energi alternatif terutama yang dapat diperbarui (renewable) ³.
Sebagai contoh, potensi sumber daya alam yang dapat dikembangkan menjadi sumber energi adalah batu bara, panas bumi, aliran sungai, angin, matahari, sampah serta sumber-sumber lain yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti pohon jarak. Energi terbarukan lain yang dapat dihasilkan dengan teknologi tepat guna yang relatif lebih sederhana dan sesuai untuk daerah pedesaan adalah energi biogas dengan memproses limbah bio atau bio massa di dalam alat kedap udara yang disebut digester. Biomassa berupa limbah dapat berupa kotoran ternak bahkan tinja manusia, sisa-sisa panenan seperti jerami, sekam dan daun-daunan sortiran sayur dan sebagainya. Namun, sebagian besar terdiri atas kotoran ternak.
Setelah terjadinya krisis energi yang mencapai puncak pada dekade 1970, dunia menghadapi kenyataan bahwa persediaan minyak bumi, sebagai salah satu tulang punggung produksi energi terus berkurang. Bahkan beberapa ahli berpendapat, bahwa dengan pola konsumsi seperti sekarang, maka dalam waktu 50 tahun cadangan minyak bumi dunia akan habis (Pinske, 1993 dalam Salim, 005).Sebagai konsekuensi logis, tanpa bahan baku (energi), kehidupan ini tidak ada. Oleh sebab itu akan merupakan suatu keharusan bagi setiap orang untuk melakukan usaha penyeimbangan antara kebutuhan dengan ketersediaan. Usaha usaha tersebut bisa berupa pencarian dan pemanfaatan sumber bahan lain (pengganti). Sebagai contoh, potensi sumber daya alam yang dapat dikembangkan menjadi sumber energi adalah batu bara, panas bumi, aliran sungai, angin, matahari, sampah serta sumber-sumber lain yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti pohon jarak. Energi terbarukan lain yang dapat dihasilkan dengan teknologi tepat guna yang relatif lebih sederhana dan sesuai untuk daerah pedesaan adalah energi biogas. Pemanfaatan biogas merupakan salah satu usaha untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbarui/unrenewable (Judoamidjojo dkk., 1992).
Biogas diperoleh dengan memproses limbah bio atau biomassa di dalam alat kedap udara yang disebut digester. Biomassa berupa limbah dapat berupa kotoran ternak bahkan tinja manusia, sisa-sisa panenan seperti jerami, sekam dan daun-daunan sortiran sayur dan sebagainya. Namun, sebagian besar terdiri atas kotoran ternak.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Apakah pengertian dari biogas?
2. Efektifkah biogas sebagai pengganti BBM untuk menghasilkan energi?
3. Apa saja bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan biogas?
4. Apa saja kandungan yang dimiliki oleh biogas?
5. Apa perbedaan biogas dengan sumber bahan bakar lainnya?
6. Bagaimana cara mengolah biogas?
7. Bagaimana cara pemanfaatan biogas?

1.3 TUJUAN PENULISAN
1. Mengetahui pengertian biogas.
2. Mengetahui kandungan yang terdapat dalam biogas.
3. Mengetahui kelebihan dan kekurangan yang dimiliki biogas.
4. Mengetahui cara pemanfaatan dan pengolahan biogas.
1.4 MANFAAT PENULISAN
1. Dapat mengetahui perbedaan biogas dengan sumber enrgi bahan bakar lainnya.
2. Dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan yang dimiliki biogas.
3. Dapat mengetahui cara megolah biogas.
4. Dapat menambah wawasan.
5. Dapat membantu memecahkan masalah akibat kelangkaan BBM sebagai
sumber energi.
6. Dapat memotivasi untuk menghasilkan teknologi tepat guna dalam rangka
membantu pemerintah untuk menghemat energi.

Jumat, 14 Februari 2014

Contoh Soal Perhitungan Diagram Venn

Apakah alian tahu Apa itu “DIAGRAM VENN” .Diagram venn merupakan sebuah metode dalam merepresentasikan objek-objek diskrit dan hubungan antara objek-objek tersebut secara grafis. Pertama kali diperkenalkan pada 1880 oleh John Venn (1834-1923),. Sebelum mengenal lebih jauh lagi anda harus mengeal himpunan.Himpunan Adalah kumpulan benda/objek yang jelas anggotanya. Contoh:\

A={Bilangan prima kurang dari 10} himpunan A dapat dituliskan :
A={X I X <10, X Bilangan Prima} atau
A={2,3,5,7}.
            Itu tadi hanya pejelasan dasar nya sobat dan sekarang lebih detail yakni operasi Himpunan. Hal i dibagi menjadi 4.yaitu..:
v  Irisan                    = 2 Himpunan/lebih yang memiiliki anggota yang sama.Biasanya dikelompokkann di tengah gambar diagram Venn.
v  Gabungan            = 2 Himpunan/lebih yang semua angoota nya digabunng mejadi 1.
v  Selisih                  =Himpunan yang anggotanya semua dari anggota A,tetapi bukan anggota B.
            Contoh:
v  Komplemen         =Himpunan yang anggotanya bukan anggota himpunan A Biasanya D i notasikan A'& AC

Jelas Bukan.. dan saya akan menjelaskan “CARA CEPAT” mengerjakan soal Diagram Venn. Kita bertaruh mana yang lebih Simple.. Hanya dengan kata “SIL” soal pun selesai.
= Semesta / Seluruh nya.
I = Irisan
L= Lainnya (Bilangan Selain “S&I”/ yang belum ditulis)
S+I=L Berikut Rumus nya..


Soal: 
Di Kelas 9a terdapat 36 siswa. Setelah didata terdapat 7 siswa gemar IPA, 9 siswa gemar matematikadan 5 siswa gemar keduanya. Banyak siswa yang tidak gemar keduanya adalah......
Jawab : Cara Lama.
Misalkan: A = {siswa yang gemar IPA}
                 B = {Siswa yang gemar Matematika}
n{S}         = 36
n{A}        = 7
n{B}        = 9
n{AÇB}  = 5
Ditanya Banyak siswa yang tidak gemar keduanya?
 X = 36 – { (7-5) + 5 + (9-5) }
 X = 36 – {2 + 5 + 4}
 X = 36 –  11
     = 25

Selesai.. let’s we try fast methode
 S+I          =L
36 + 5       = 7 + 9 + X
41             = 16 + X
41 - 16     =  X
25             =  X

Hyoo lebih simple mana... anda harus mencoba nya yaa dengan soal yang lain semakin anda banyak berlatih tentu bagus bukan.. Ohya anda juga perlu memahami sifat membalik angka diantarata (=)
sumberhttp://afasceo.blogspot.com/2013/07/cara-cepat-mengerjakan-diagram-venn.html

Rabu, 12 Februari 2014

Operasi Hitung Dalam Pecahan

Pada dasarnya dalam mengerjakan operasi pecahan bagaimana kita menyederhanakan pembilang dan penyebut untuk memudahkan angka aritmatika sehingga tidak didapat hasil yang terlalu besar tetapi dengan nilai yang sama.


1. Operasi penjumlahan Pecahan
Dalam operasi penjumlahan pecahan selain harus disederhanakan juga penyebutnya harus disamakan dengan bilangan yang sama. perhatikan contoh berikut :

2. Operasi Pengurangan Pecahan
Seperti halnya penjumlahan dalam pengurangan pecahan selain harus disederhanakan juga penyebutnya harus disamakan dengan bilangan yang sama. Perhatikan contoh berikut :
3. Operasi Perkalian Pecahan
Dalam operasi perkalian pada pecahan caranya dengan mengalikan pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut. Perhatikan contoh berikut :

4. Operasi Pembagian Pada Pecahan
Dalam operasi pembagian pecahan pecahan yang di sebelah kanan dibalikkan, setelah dibalikkan, tanda : diubah menjadi tanda kali (X), untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut :

5. Operasi Campuran dalam pecahan
Ketika kita mengerjakan operasi campuran dalam pecahan maka operasi perkalian dan pembagian kita kerjakan terlebih dahulu selanjutnya yang lain mengikuti, jika terdapat tanda kurung dalam soal maka kerjakan dulu yang berada dalam tanda kurung. Perhatikan contoh berikut.

Sekian informasi tentang Operasi Pecahan Hitung Pada Pecahan

Selasa, 11 Februari 2014

Perbedaan-Pengertian Iklim Dan Cuaca

Pada umumnya orang sering menyatakan kondisi iklim sama saja dengan kondisi cuaca, padahal kedua istilah tersebut adalah suatu kondisi yang tidak sama. 
 
Beberapa definisi cuaca adalah :
Keadaan atmosfer secara keseluruhan pada suatu saat termasuk perubahan, perkembangan dan menghilangnya suatu fenomena (World Climate Conference, 1979).
Keadaan variable atmosfer secara keseluruhan disuatu tempat dalam selang waktu yang pendek (Glen T. Trewartha, 1980).
Keadaan atmosfer yang dinyatakan dengan nilai berbagai parameter, antara lain suhu, tekanan, angin, kelembaban dan berbagai fenomena hujan, disuatu tempat atau wilayah selama kurun waktu yang pendek (menit, jam, hari, bulan, musim, tahun) (Gibbs, 1987). 
 

Ilmu yang mempelajari seluk beluk tentang cuaca disebut meteorologi.
 
Sedangkan iklim didefinisikan sebagai berikut :
Sintesis kejadian cuaca selama kurun waktu yang panjang, yang secara statistik cukup dapat dipakai untuk menunjukkan nilai statistik yang berbeda dengan keadaan pada setiap saatnya (World Climate Conference, 1979).
Konsep abstrak yang menyatakan kebiasaan cuaca dan unsur-unsur atmosfer disuatu daerah selama kurun waktu yang panjang (Glenn T. Trewartha, 1980).
Peluang statistik berbagai keadaan atmosfer, antara lain suhu, tekanan, angin kelembaban, yang terjadi disuatu daerah selama kurun waktu yang panjang (Gibbs,1987).
Ilmu yang mempelajari seluk beluk tentang iklim disebut klimatologi.
 

Adapun definisi perubahan iklim adalah berubahnya kondisi fisik atmosfer bumi antara lain suhu dan distribusi curah hujan yang membawa dampak luas terhadap berbagai sektor kehidupan manusia (Kementerian Lingkungan Hidup, 2001). Perubahan fisik ini tidak terjadi hanya sesaat tetapi dalam kurun waktu yang panjang. LAPAN (2002) mendefinisikan perubahan iklim adalah perubahan rata-rata salah satu atau lebih elemen cuaca pada suatu daerah tertentu. Sedangkan istilah perubahan iklim skala global adalah perubahan iklim dengan acuan wilayah bumi secara keseluruhan. IPCC (2001) menyatakan bahwa perubahan iklim merujuk pada variasi rata-rata kondisi iklim suatu tempat atau pada variabilitasnya yang nyata secara statistik untuk jangka waktu yang panjang (biasanya dekade atau lebih). Selain itu juga diperjelas bahwa perubahan iklim mungkin karena proses alam internal maupun ada kekuatan eksternal, atau ulah manusia yang terus menerus merubah komposisi atmosfer dan tata guna lahan.
 

Istilah perubahan iklim sering digunakan secara tertukar dengan istilah ’pemanasan global’, padahal fenomena pemanasan global hanya merupakan bagian dari perubahan iklim, karena parameter iklim tidak hanya temperatur saja, melainkan ada parameter lain yang terkait seperti presipitasi, kondisi awan, angin, maupun radiasi matahari. Pemanasan global merupakan peningkatan rata-rata temperatur atmosfer yang dekat dengan permukaan bumi dan di troposfer, yang dapat berkontribusi pada perubahan pola iklim global. Pemanasan global terjadi sebagai akibat meningkatnya jumlah emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer. Naiknya intensitas efek rumah kaca yang terjadi karena adanya gas dalam atmosfer yang menyerap sinar panas yaitu sinar infra merah yang dipancarkan oleh bumi menjadikan perubahan iklim global (Budianto, 2000). 

Rabu, 05 Februari 2014

Contoh Judul Dan Sistematika KIR-Karya Ilmiah Remaja

1. PERANAN MENULIS DALAM MENINGKATKAN BAKAT SISWA MELALUI KARYA ILMIAH REMAJA (KIR) DI SMAN 1 TUGAS AKHIR BAHASA INDONESIA
2. ANALISIS BUKU FIKSI (NOVEL) AYAT AYAT CINTA KARYA: HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY TERHADAP SISWA SISWI KELAS XI DI SMA NEGERI 1
3. PENGGUNAAN GAYA BAHASA OLEH SISWA KELAS XI IPA G R SMAN 1 BI PAMEKASAN
4. ANALISIS NILAI DRAMA “FAJAR SIDDIQ”KARYA : EMIL SANOSSA TERHADAP SISWA SMA NEGERI 1 PAMEKASAN TUGAS BAHASA INDONESIA
5. PENGARUH MEMBACA CEPAT TERHADAP SISWA KELAS XI SMAN 1 PAMEKASAN DALAM MEMAHAMI INTI MASALAH PADA BACAAN“ TUGAS KARYA ILMIAH BAHASA INDONESIA”
6. APRESIASI SASTRA SISWA KELAS XI TERHADAP SASTRA INDONESIA
7. “PENGARUH MINAT BACA SISWA TERHADAP BUKU NONFIKSI (JANGAN NODAI CINTA, KARYA: OLEH SOLIHIN DAN IWAN JANUAR, 2003) TERHADAP POLA PIKIR SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 PAMEKASAN” TUGAS: KARYA TULIS ILMIAH BAHASA INDONESIA
8. ANALISIS EFEKTIFITAS KALIMAT DAN KEPADUAN PARAGRAF DALAM KARANGAN SISWA SMP NEGERI 1 PAMEKASAN
9. MINAT MEMBACA TERHADAP JENIS BACAAN FIKSI DAN NON FIKSI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 PAMEKSAN
10. PENGARUH ISI BUKU “ HOW TO WIN FRIENDS AND INFLUENCE PEOPLE, KARYA : DALE CARNEGIE, TAHUN : 2007 ” TERHADAP PERILAKU SISWA KELAS XI SMAN 1 PAMEKASAN TUGAS BAHASA INDONESIA
11. ANALISIS UNSUR INTRINSIK (AMANAT) PUISI “AKU” KARYA CHAIRIL ANWAR TERHADAP SISWA KELAS XI IPA G
12. “PENGARUH MEMBACA BUKU FIKSI (CERPEN) ‘JALAN TEDUH MENUJU RUMAH’ KARYA KURNIA EFFENDI (AMANAT DAN NILAI) TERHADAP SISWA KELAS XI SMAN 1 PAMEKASAN”
13. PENGARUH MEMBACA NOVEL TERHADAP PENGGUNAAN GAYA BAHASA SISWA SMAN 1 PAMEKASAN KELAS XI IPA G TUGAS:KARYA ILMIAH BAHASA INDONESIA
14. ANALISIS PENGGUNAAN GAYA BAHASA PADA CERPEN ”DAN LELAKI ITU”, KARYA MIFTAH NURUL JANNAH,BAGI SISWA SMAN 1 PAMEKASAN TUGAS : KARYA ILMIAH BAHASA INDONESIA
15. PENYAMPAIAN NILAI MELALUI KARYA FIKSI (NOVEL ‘LASKAR PELANGI’ KARYA ANDREA HIRATA) BERPENGARUH TERHADAP KEHIDUPAN SISWA R SMAN 1 BI PAMEKASAN
16. PENGARUH MEMBACA KOMIK TERHADAP DAYA IMAJINSASI SISWA SMAN 1 PAMEKASAN
17. KEBAKUAN BAHASA DALAM PERCAKAPAN SEHARI-HARI SISWA SMAN 1 BI PAMEKASAN
18. PENGGUNAAN BAHASA BAKU DAN TIDAK BAKU DI SMA NEGERI 1 PAMEKASAN
19. PENGARUH PEMAHAMAN ISI PUISI TERHADAP PSIKOLOGI SISWA SMA NEGERI 1 PAMEKASAN
20. ANALISIS PENGGUNAAN TANDA JEDA DAN INTONASI YANG BAIK DAN BENAR DALAM MEMBACA TEKS PEMBUKAAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945 TERHADAP SISWA SMA NEGERI 1 PAMEKASAN
21. PENGARUH PENGGUNAAN BAHASA DAERAH TERHADAP BAHASA INDONESIA DI SMAN 1 PAMEKASAN
22. ANALISIS PENTINGNYA PENGGUNAAN TANDA BACA YANG BENAR DALAM KARANGAN SISWA SMAN 1 PAMEKASAN
23. PENGARUH TELEVISI TERHADAP PENGGUNAAN BAHASA SEHARI – HARI SISWA KELAS XI UNGGULAN R SMAN 1 BI PAMEKASAN
24. ANALISIS PENGGUNAAN DAN PENGARUH METODE MEMBACA CEPAT “ TAWARKAN BERBAGAI PENDIDIKAN NONFORMAL “ JAWA POS EDISI KE – XI BAGI SISWA – SISWI SMA NEGERI 1 PAMEKASAN.
25. “PENGARUH MEMBACA PUISI DALAM KETERTARIKAN MENULIS PUISI BAGI SISWA KELAS XI SMAN 1 PAMEKASAN”
26. PENGARUH BAHASA ASING TERHADAP PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI PADA SISWA-SISWI R SMAN BI 1 PAMEKASAN KHUSUSNYA KELAS X
27. ANALISIS PENGARUH MEMBACA BUKU FIKSI TERHADAP IDE CERITA KRIEATIF BAGI SISWA KELAS XI SMA 1 PAMEKASAN
28. PEMAHAMAN DAN PENERAPAN UNSUR INTRINSIK PADA PUISI DI R SMAN 1 BI PAMEKASAN.
29. ANALISIS PENGGUNAAN KATA TIDAK BAKU DALAM PERCAKAPAN BERBAHASA INDONESIA SEHARI-HARI SISWA KELAS XI UNGGULAN SMAN 1 PAMEKASAN
30. PENTINGNYA MINAT BACA KARYA SASTRA NONFIKSI TERHADAP PERKEMBANGAN INTELEKTUALITAS SISWA DI KELAS XI IPA G SMA NEGERI 1 PAMEKASAN.
31. PENGGUNAAN BAHASA BAKU DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI BAGI SISWA KELAS X SMA NEGERI I PAMEKASAN
32. PENGARUH TEKNIK MEMBACA SEKILAS TERHADAP SISWA SMAN 1 PAMEKASAN


DIBAWAH INI CONTOH SEBAGIAN STRUKTUR PENULISAN DAN KELENGKAPAN BERKASNYA :

PERANAN MENULIS DALAM MENINGKATKAN BAKAT SISWA MELALUI KARYA ILMIAH REMAJA (KIR) DI SMAN 1 TUGAS AKHIR BAHASA INDONESIA:
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ……………………………………………………………… ii
Daftar Isi …………………………………………………………………. iii
Bab I Pendahuluan ……………………………………………………... 1
1.1 Latar Belakang …………………………………………………. 1
1.2 Rumusan Masalah ……………………………………………... 2
1.3 Tujuan Penelitian ……………………………………………... 2
1.4 Manfaat Penelitian ……………………………………………... 3
Bab II Kajian Pustaka …………………………………………………… 4
2.1 Menulis dan Manfaatnya ……………………………………… 4
2.2 Pengertian Bakat ………………………………………….. 6
2.3 Kelompok Ilmiah Remaja di Sekolah …………………………. 7
2.4 Karya Ilmiah Remaja di SMA Negeri 1 …………. 8
Bab III Metodelogi ………………………………………………………. 9
3.1 Metode Penelitian ……………………………………………… 10
3.2 Jenis Penelitian …………………………………………….. 10
3.3 Tempat Penelitian …………………………………………... 11
3.4 Teknik Penelitian …………………………………………….. 11
3.5 Teknik Analitik Data ………………………………………… 11
Bab IV Pembahasan …………………………………………………….. 13
4.1 Tanggapan Siswa SMA Negeri 1 
Terhadap Pentingnya Menulis …………………………………. 13
4.2 Peranan Menulis dalam Meningkatkan Bakat Siswa 
SMA Negeri 1 Pamekasan …………………………………… 13
4.3 Hubungan antara Menulis dengan Karya Ilmiah 
Remaja di SMA Negeri 1 Pamekasan …………………………. 14
4.4 Manfaat yang Dapat Diambil oleh Seorang Siswa dalam meningkatkan Bakat Menulis Melalui Karya 
Ilmiah Remaja di SMA Negeri 1 …………………. 16
Bab V Penutup …………………………………………………………... 17
5.1 Kesimpulan …………………………………………………... 17
5.2 Saran …………………………………………………………... 18
Daftar Pustaka …………………………………………………………... 19
Lampiran Data …………………………………………………………... 20


ANALISIS BUKU FIKSI (NOVEL) AYAT AYAT CINTA KARYA: HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY TERHADAP SISWA SISWI KELAS XI DI SMA NEGERI 1 :

Daftar Isi …………………………………………………………... ii
BAB I Pendahuluan ……………………………………………… 1
1.1 Latar Belakang ……………………………………….. 1
1.2 Rumusan Masalah ……………………………………. 2
1.3 Tujuan Penelitian …………………………………….. 2
1.4 Manfaat Penelitian …………………………………… 3
BAB II Kajian Pustaka …………………………………………… 4
2.1 Sastra dan Agama …………………………………….. 4
2.2 Penokohan dalam Novel ……………………………… 6
2.3 Amanat dalam Novel …………………………………. 8
2.4 Peran Sastra dalam Kehidupan ……………………... 9
BAB III Metodologi ……………………………………………..... 11
3.1 Metode Penelitian …………………………………….. 11
3.2 Jenis Penelitian ……………………………………….. 11
3.3 Latar Penelitian ………………………………………. 12
3.4 Teknik Pengumpulan Data …………………………... 12
3.5 Teknik Analisis Data …………………………………. 13
BAB IV Pembahasan ……………………………………………… 15
4.1 Penokohan pada Novel Ayat- Ayat Cinta Karya Habiburrahman El Shirazy ……………………………………………………… 15
4.2 Amanat pada novel Ayat- Ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy ……………………………………………………… 17
4.3 Pengaruh Penokohan dalam novel Ayat- Ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy ……………………………… 19
4.4 Pengaruh Amanat dalam novel Ayat- Ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy ……………………………… 20
BAB V PENUTUP ………………………………………………... 22
5.1 Kesimpulan …………………………………………… . 22
5.3 Saran …………………………………………………… 23
Daftar Pustaka …………………………………………………….. 24
Lampiran Data ……………………………………………………. 25
Wawancara ………………………………………………... 25
Tes Tulis …………………………………………………... 29