PELAYANAN RUQYAH : Anda ingin terhindar dari gangguan Jin, Setan , Santet dan Sihir Maka Dirukyah

Jangan Berobat ke Dukun yang hanya menambah derita dunia dan akhirat.

Layanan Pengobatan Kami Sesuai Syar`i

Layanan Pengobatan kami dibantu doanya anak-anak dhuafa yang mengaji bukan dengan sesaji dan bantuan Jin.

ANDA BISA TERBANTU KAMI JUGA TERBANTU

Seluruh Infaq Anda Untuk Kegiatan Dakwah dan Kegiatan Pendidikan Diniyah.

Melayani Bimbingan Tesis 5

Buat Yang Sedang Bingung Membuat Skripsi dan Tesis Kami Juga melayani Bimbingan Dan Konsultasi.

Rabu, 03 Desember 2014

Materi Latihan Permainan Pramuka Siaga

1. Bintang Berpindah 

A. Posisi Awal : Lingkaran Besar
B. Aturan Bermain
anak-anak bergandengan dua-dua, muka belakang, jarak pasangan satu dengan yang lainnya 3 m. seorang dari regu A dan regu B menjadi bintang yang pindah. kedua anak ini siap ditengah lingkaran. satu dengan yang lain jaraknya 3 m. Dengan aba-aba dari pembina B berlari menempel salah satu pasangan didepannya. A mengejar dan menepuk B, sebelum menempel pada salah satu pasangan.Bila B menempel pada salah satu pasangan sebelum kena maka anak yang dibelakang yang ditempel B harus lari dan pindah menempel di depan pasangan lainnya.

Demikian seterusnya, bila yang lari kena tepuk, maka mereka menjadi pasangan bintang baru. Pembnina menunjuk 2 orang lagi, 1 dari regu C dan 1 dari regu D.Untuk menjadi bintang yang akan dikejar-kejaran. Permainan diteruskan bila anak yang dikejar terlalu jauh meninggalkan lingkaran dianggap  telah kena tepuk

C. Penilaian :
aanak yang dapat menepuk mendapat 1 angka, yang ditepuk nilainya kurang 1. Regu yang mendapat nilai terbanyak adalah yang menang

2.    LARI LIPAN   

  1. Posisi awal  : perlombaan, di depan tiap barung / regu dipancangkan tongkat dengan jarak 10 m.
  2. Aturan bermain  : tiep barung/ regu anak-anaak berpegang erat dengan anak depannya, danggan cara memeluluk pada perutnya , menyerupai lipan. Dengan aba dari Pembina lipan itu cepat –cepat lari menuju tongkat di depannya dan berputar mengelilingi tongkat kembali ketempat semula dan berbaris rapi.
  3. Penilaian  : Barung / regu berbaris rapi lebih dahulu yang menang.
  4.  


3.    TAWON DENGAN BUNGA
  1. Posisi awal  : Lingkaran kecil. Anggota barung / regu tersebar tidak berkumpul menjadi satu, semua jongkok bergandengan erat. Seorang di tunjuk oleh Pembina sebagai “tawon”, lainnya sebagai “bunga”.
  2. Aturan bermain  :Tawon terbang berputa-putar sambil mendengung lalu mendekati salah satu bunga, kemudian terjadi Tanya jawab :
B : “Siapa itu ?”
T :“Saya tawon.”
B : “Mau apa ?”
T : “saya hendak memetik bunga.”
B : “Bunga apa ?”
T : “Bunga Mawar .”
B : “ Petiklah .”
Tawon lalu memilih salah seorang anak dan menariknya untuk di lepas dari barisan.Boleh memilih yang lain sampai mendapat satu bunga. Bunga yang di lepas menjadi tawon. Dan permainan di lanjutkan. Tawonnya 2 ekor dan bunga yang harus di petik 2 kuntum. Dan permainan dilanjutkan terus sampai tawonnya banyak (30 % anak yang ikut).
Kemudian tawonnya dihitung dan dipilih-pilih dari regu apa. Tawon yang pertama tak ikut dihitung.(permainan ini hanya untuk anak putra).
  1. Penilaian  : Barung  / regu paling sedikit tawonnya juara.






4.   GEROBAK SORONG

  1. Posisi awal  : Satu saf  di depan barisan diberi batas dengan jarak 10 m.
  2. Aturan bermain  : Anak no. 1 dan 2 tiap barung / regu menuju satu langkah. Anak no. 1 merangkak menghadap garis batas. Anak no. 2 berdiri di antara kaki anak no. 1 dan mengangkat kedua kaki anak no. 1, sehingga seperti mendorong “gerobak sorong”. Dengan aba-aba Pembina “gorobak sorong” berjalan cepat menuju garis batas, yang mencapai garis batas pertama mendapat angka 3, yang 2 mendapat angka 2, yang ke 3 angkanya 1. kemudian no.4, no.5 dstsampai semua anak mendapat giliran. Permainan ini tidak perlu di ulang dan hanya untuk anak pria.
  3. Penilaian  :  Barung / regu yang nilainya terbanyak juaranya.   
5.    GEMBALA SAPI DAN HARIMAU 
  1. Posisi awal  :  Perlombaan. Buat segi empat di lapangan dengan ukuran : lebar 10 m, panjanng 20 m, garis panjang di bagi tiga. Dua ruang kiri dan kanan adalah ruang bebas  5 m.
  2. Aturan permainan  :  3 orang dari regu A di tunjuk sebagai harimau seorang dan 2 orang gembala. Harimau bersiap di tengah lapangan. Gembala I diruang bebas kiri dan gembala II di ruang bebas kanan. Anak yang lain sebagai sapi, berdiri di ruang bebas bersama gembala I. Setelah Pembina memberi perintah. Maka bicara :
G II   : “Gembala I, keluarkan sapinya !”
G I    : “ Tak berani”
G II   : “Mengapa ???”
G I    : “ada harimau”
G II   : “Harimau sudah di tangkap keluakan sapinya”
G I    : “ayo keluar”
           Semua sapi lari menutu ruang bebas Gembala II. Harimau berusaha              menepuk sapi msebanya-banyaknya. Yang kena tepuk keluar lapangan dan di hitung. Regu yang menepuk ( Harimau ) mendapat angka 1 tiap sapi yang menepuk. Regu yang sapinya kena tepuk angkanya kurang 1. Permainan di lanjutkan, Harimau dan gembala dig anti dengan regu lain.
  1. penilain  :  regu yang mendapat nilai banyak pemenangnya.






6.      LONCAT BERANTAI 

  1. Posisi awal  :  perlombaan terbuka. Depannya di beri batas dengan jarak 15 m.
  2. Aturan bermain  :  anak hadap kanan lalu membungkuk ( seperti orang rukuk dalam sholat ). Dengan jarak 1 lengan. Anak yang paling belakang dalam satu regu melompati anak yang ada di depannya berturut-turut sampai semua terlewati dan kemudian membungkuk urut dengan anak yang lain. Anak yang paling belakang melompat seperti terdahulu, demikian diteruskan sampai menyaentuh garis batas.
  3. Penilaian  :yang tercepat sampai kebatas yang menang.

7.     MUSANG DAN AYAM   
  1. Posisi awal  :  Lingkaran besar anak bergandengan  tangan .
  2. Aturan bermain  :  dua orang dari regu A ditunjuk sebagai musang bersiap diluar lingkaran. Semua anak dari regu B sebagai ayam bersiap di dalam lingkaran. Anak yang lain membentuk lingkaran , bergandengan tangan, berjalan dan bernyanyi. Musang berusaha menangkap ayam dan ayam berusaha menghidar dengan lari keluar masuk lingkaran. Bila ayam melewati lingkaran di biarkan, tapi kalau musang yang akan masuk di haling-halangi. Ayam yang tertangkap , berhenti bermain dan berdiri di luar lingkaran. Musang mendapat angka kira-kira bermain 5 menit musang dan ayam diganti regu yang lain. Sampai semua regu mendapat giliran menjadi musang.
  3. Penilaian  : setelah selesai , regu terbanyak nilainya menang.

8.    PETIK LARI 
A.     Posisi awal  : dikiri kanan lapangan berbanjar satu, jarak antara barisan banjar 1 dan 2 15 m.
B.     Aturan bermain  : banjar 1 maju banjar 2 sampai jarak 1 lengan. Berhadap-hadapan. Banjar 2 telapak tangannya disiapkan untuk di petik (seperti orang meminta ) anak banjar satu memetik / menepuk tangan anak didepannya ( banjar 2) dan cepat berlari ketempat bawah garis semula. Anak yang di petik mangejar dan menepuk anak yang lari sebelum garis batas. Yang kena tepuk berhenti. Anak yang kena tepukdihitung tiap orang satu angka untuk yang menepuk.
C.     Penilaian  :regu yang mendapat angka terbanyak yang menang.

9.    KERBAU DUNGKUL 
  1. Posisi awal  : Lingkaran besar, duduk.
  2. Aturan bernain  :anak no.1 tiap regu maju ke tengah. Merangkak berhadapan, berpasangan pundak bertemu dengan pundak lawan seperti kerbau dengan berlaga. Dengan aba daari Pembina mereka saling mendorong. Siapa yang paling mendorong lawannya mendapat angka. Anak yang lalin memberi semangat dengan bernyanyidan bertepuk / bersorak. Permainan dilanjutkan dengan giliran anak no. 2 da 3 sampai semua anak mendapat giliran.
  3. Penilaian  : regu yang paling banyak mendapat angka jadi juara. Permainan ini hanya untuk penggalang putra. 


10.                       Kucing dan Tikus

A.     Posisi awal  : perlombaan, terbuka empat bersatu. Bergandengan tangan sengga seperti lorong-lorong yang pagari anak.
B.     Aturan bermain  :tunjuk seorang dari barung / regu  A untuk menjadi “kucing” dan semua nanak barung / regu B menjadi “tikus”. Anak yang lain membentuk barisan perlombaan terbuka dan bergandengan tangan> Kucing berdiri di luar barisan>tikus berdiri tersebar dalam lorong-lorong. Dengan tanda dari Pembina, kucing mulai mengejar tikus untuk di tepuk. Kucing maupun tikus hanya boleh lari lewat lorongdan tidak boleh memutus / melanggar pagar. Jika Pembina meniup peluit cepat-cepat pagar hadap kanan dan bergandengan lagi. Tikus yang kena tupuk, tidak boleh meneruskan permainan dan berdiri diluar barisan. Setalah 5 menit bergantian, sekarang regu C jjadi kucing dan regu D semua anggota jadi tikus. Permainan diteruskan tiap lima menit sampai semua regu mendapat giliran jadi kucing.
C.    Penilaian  :setiap kucing menepuk tikus dapat angka 1, setiap tikus yang kena tepuk mendapat angka kurang 1, regu yang mendapat anak terbanyak menang. 





11.                         MENGUSIK KERA  
  1. Posisi awal  :Bebas. Lapangan di buat lingkaran dengan garis tengah 10 m.
  2. Aturan bermain  :  tunjuk seorang dari anggota barung / regu sebagai “kera”.kera merangkak dan melompat-lompat di tengah lingkaran.anak yang lain masuk dalam lingkaran menggoda mengusik dan berusaha menepuk kera dengan tangan. Kera berusaha manepuk anak-anak dengan tatap merangkak dan berusaha menepuk anak-anak dengan tangan dan kaki. Siapa dapat menepuk (anak / kera) mendapat angka 1. Tiap 5 menit, bergiliran barung / regu menunjuk seorang anggotanya jadi kera sampai semua barung / regu telah dapat giliran.
  3. Penilaian  :setelah nilainya di hiting, yang mendapat nilai banyak jadi juara.


12.        MENJALA  IKAN
  1. Posisi awal  :Bebas. Lapangan dibatasi dengan garis panjang 20 m dan lebar 20 m.
  2. Aturan bermain  :Tunjuk satu barung / regu dan dibagi 2 kelompok bergandengan tangan, menjadi “jala”.anak yang lain menjadi ikan, berlari-lari dilapangan. Dengan bekerjasama ke 2 jaring berusaaha menangkap ikan yang sebanyak-banyaknya. Yang tertangkap berdiri luar lapangan. Tiap 5 menit, jalanya diganti barung / regu yang lain. Anak yana diluar ikut jadi ikan / main lagi. Setelah semua barung / regu mendapat giliran menjadi jala permainan di hentikan.
  3. Penilaian  :perolehan ikan tiap barung //regu di hitung. Yang paling banyak mendapat ikan menjadi juara.


13.    KEPITING JANTAN 

  1. Posisi awal  :  Satu saf didepan barisan diberi batas dengan jarak 10 m.
  2. Aturan bermain  : Anak no. 1 tiap barung / regu maju satu langkah kemudian merangkak terlentang, dengan aba dari Pembina, cepat merangkak menuju batas, yang paling cepat sampai batas mendapat angka 3, yang 2 mendapat angka 2, yang ke 3 angkanya 1, yang berikutnya tidak  mendapat angka. Kemudin gikiran no 2.no. 3dst sampai semua anak mendapat giliran.Permainan tidak perlu di ulang dan hanya untuk anak pria.
  3. Penilaian  :Barung / regu yang nilainya terbanyak juaranya.




14.                       RAJA DAN RATU

  1. Posisi awal  : selat behadap-hadapan di belakang masing-masing saf dengan jarak 15 m,diberi garis batas / tonggak.
  2.  Aturan bermain  : anak-anak bermain dalam bentuk selat berhadap-hadapan yang kiri di beri nama Raja, yang kanan di beri nama Ratu. Pembina memberi aba : Ra..ja atau Ra..tu. Apabila Pembina memberi aba Raja, maka barisan sebelah kiri cepat balik kanan dan lari menuju batas / tonggak.Barisan kanan cepat mengejar dan menepuk barisan kiri, yang kena di tepuk harus berhenti. Anak yang sampai di batas / memegang tonggak dihitung. Permainan di ulang lagi. Dalam memberi aba-aba tidak harus urut,boleh juga menyebut kata lain, misalnya rumah,rajin dsb, untuk menjebak anak-anak.
  3. Penilaian  : selesai bermain dihitung barun / regu yang paling banyak anggotanya itulah juaranya.



15.        LINGKARAN MAHKOTA    

  1. Posisi awal  :Lingkaran besar di tenga-tengah di beri tanda lingkaran dengan garis tengah 1,5 m. Pembina berada didekat lingkaran tengah.
  2. Aturan bermain : anak-anak berbaris berbentuk lingkaran besar,sambil berjalan dan bernyanyi gembira dengan tepuk tangan bila Pembina meniup peluit, anak-anak berlari ke lingkaran yang di tengah.
Pembina menghitung masing-masing regu berapa anak yang berada dilingkaran, yang barada dalam lingkaran mendapat “Mahkota”. Permainan di mulai lagi .
  1. Penilaian  : setelah selesai di hitung barung / regu apa yang paling banyak mendapat “Mahkota” adalah yang menang.







16.   BUAT  BARISAN

Tujuan 
Agar seluruh peserta bisa berkenalan lebih jauh, fisik maupun sifat-sifat mereka, sekaligus melatih mereka bekerja sama dalam kelompok.
Langkah-langkah 
  1. peserta di bagi dalam dua kelompok yang sama banyak (bila jumlah peserta ganjil, seorang pemandu bias masuk dalam salah satu kelompok). 
  2. Pemandu menjelaskan aturan permainan, sbb;
-          kefua kelimpok akan berlomba menyusunbarisan, barisan di susun berdasarkan aba-aba pemandu; tinggi badan, panjang rambut, usia, dst.
-          Pemandu akan menghitung sampai 10, kemudian ke 2 kelompok, selesai atau belum harus jongkok.
-          Setiap kelompok secara bergantian harus memeriksa apakah kelompok lawan melaksanakan tugasnya dengan benar.
-          Kelompok yang menang adalah kelompok yang melaksanakan tugasnya dengan benar dan cepat
-          Sebelum pertandingan di mulai bias di coba terlebih dahulu untuk memastikan apakah aturan mainnya sudah di pahami dengan benar. 


17.     Tangkai Sapu Ajaib


Tujuan  
Memberi kesempatan kepada peserta untuk saling mengenal lebih jauh lagi. 
Bahan 
Satu tangkai sapu. 
Langkah-langkah 
  1. peserta membentuk lingkaran, tangkai sapu di letakan di tengah lingkaran. 
  2. peserta di minta membawakan satu macem karakter. Tangkai sapu di mainkan sebagai benda yang ada hubungannya dengan karakter yang di bayangkan, bukan sebai tangkai sapu. 
  3. mereka di minta maju satu persatu ke tengah lingkaran untuk memperagakan karakter yang di bayangkan tersebut. 
  4. para peserta yang lain di suruh menerka identitas karakter yang sedang di peragakan. 
  5. seluruh peserta harus mendapat kesempatan memperagakan karakter khayalannya. 

Perhatian 
Latihan ini di maksudkan sebagai latihan agar peserta dapat menggunakan tubuhnya untuk menampilkan karakter khayalan. Spontanitas dan ketelitian harus di usahakan terus berkembang. Jangan ada dua karakter permainan yang sama. Kalau para peserta melihat satu karakter yang sama dengan yang sudah di peragakan, yang sedang memperagakan itu di minta untuk mengganti karakternya. 
Variasi
  1. para peserta boleh memperagakan sebanyak mungkin karakter yang mereka inginkan. 
  2. di saat seorang peserta memperagakan satu karakter, peserta yang lain boleh ikut main dengan karakter itu. 
  3. boleh menggunakan lebih dari satu benda, misalnya, tangkai sapu dan kain lap. Tergantung kapasitas para peserta. 
 (bila kelompok dapat menyekesaikan tugasnyasebelum hitungan ke 10 mereka boleh langsung jongkok untuk menunjukan bahwa mereka telah selesai melakukan tugas).



18.      MENGGAMBAR  WAJAH
Tujuan  
  1. membantu peserta untuk memandang langsung ke dalam mata pasangannya, saling mengenal cirri-ciri wajahnya, dengan harapan hal ini bias membantu proses untuk saling terbuka dan tidak lagi kikuk satu dengan yang lainnya.  
  2. Melatih peserta satu cara sederhana menggambar dan menghilangkan perasaan peserta bahwa mereka tidak mampu menggambar.   
 Langkah-langkah 
  1. dengan sehelai kertas setiap pasangan saling berhadapan dan mulai menggambar wajah pasangannya. Bisa mulai dari mana saja  tetapi tidak boleh melihat kertas sama sekali.  
  2. Gerakan tangan mengikuti arah gerak pandangan dan menelusuri garis wajah pasangannya. 
  3. Setelah selesai menggambar, masing-masing pasangan mewawancarai pasangannya, mengenai nama, tempat tinggal, pekerjaan, umur, keluarga, dan sebagainya waktunya cukup 5 menit saja untuk tiap peserta. 
  4. Kemudian setiap pasangan tampil di depan kelompok memperkenalkan pasangannya dengan cara menunjukan gambar pasangannya menyebutkan: “nama saya ….(nama pasangan), tempat tinggal …., dst. 


19.       RANTAI  NAMA
Tujuan
Permainan ini dimaksudkan bagi kelompok yang saling kenal nama masing-masing,agar lebih akrab,serta memberipengalaman didepan forum.
Langkah-langkah
  1. peserta bersama pemandu berdiri dalam lingkaran.
  2. Pemandu menjelaskan aturan permainan sbb :
Salah seorang menyebutkan namanya dengan suara keras agar terdengar oleh setiap peserta, kemudian peserta yang berdiri disebelahnya (kiri / kanan ) menyebutkan nama peserta pertama tadi ditambah dengan namanya sendiri. Peserta ketiga menyebutkan nama pesrta pertama dan kedua ditambah dengan namanya sendiri, begitu seterusnya sampai selesai.
  1. proses ini diulangi lagi dengan arah berlawanan, di mulai dari peserta terakhir menyebutkan rantai nama tersebut. 
Variasi
Buat lingkaran, setiap peserta bergiliran menyebutkan nama panggilan, umur, tempat asal, pekerjaan, lalu peserta lain menirukan begitu seterusnya sampai selesai satu putaran. Putaran ke dua, semua peserta mengulangu lagi secara bersama-sama data pribadi tersebut, dengan urutan seperti semula. 



20.           Perkenalan Rahasia
Peralatan                : Kain yang lebar (sprei)
Jumlah pemain      : semua pemain masuk dalam regu
Waktu                     : 10 menit
Tujuan                    : Saling mengenal nama
Peserta dibagi dalam 2 kelompok. Kedua regu saling berhadap-hadapan. Tetapi diantara kedua regu itu dibentangkan kain yang lebar, sehingga kedua regu tidak dapat saling melihat. Permainannya ialah : setiap regu menentukan wakilnya untuk menebak wakil kelompok lain tetapi juga ditebak. Wakil kedua kelompok berlutut berhadapan. Agar supaya lebih seru para pemain ini boleh saling memperlihatkan kaki atau sepatu. Pemimpin menghitung sampai 3 dan pada hitungan ketiga itu kain diturunkan tiba-tiba. Kedua wakil itu harus adu cepat untuk menebak siapa wakil lawannya.Wakil regu yang cepat menebak dengan tepat, mendapatkan angka untuk regunya.


22. Mencari Dengan Diam


Peralatan               : Perangko
Jumlah pemain     : berapa saja
Waktu                    : bervariasi, tergantung jumlah pemain dan kemampuan                                                          mengobservasi
Tujuan                    : - Melatih kemampuan mengobservasi
- Memupuk inisiatif
Sebuah perangko ditempel di suatu tempat dalam ruangan pertemuan sebelum para peserta datang/tiba. 
Instruksinya : Tiap peserta harus mencari perangko tersebut dan bila mereka telah melihatnya, mereka harus duduk diam dan tidak boleh berkata apa pun. Akan sangat lucu memperhatikan peserta-peserta terakhir.  Dan tentu saja peserta yang paling akhir duduk adalah yang kalah. (permainan ini dapat juga dimainkan di luar ruangan).

21.        Dalam Kolam

Peralatan                : Sebatang kapur
Jumlah pemain      : bebas
Waktu                     : biasanya 10-15 menit
Tujuan                    :    - Melatih kecepatan/refleks
- Sebagai unsure hiburan
Anak-anak berdiri membentuk lingkaran dan di depan mereka digambar garis dengan kapur. Tiap anak harus menyentuh garis tersebut. Bila ada perintah “diair”, maka tiap orang melompat dengan kedua kakinya bersama-sama, masuk ke garis lingkaran. Bila perintahnya “didarat”, maka tiap anak melompat mundur. Perintah yang diberikan harus bervariasi, “diair, didarat, diair, diair”. Satu atau dua orang anak akan melompat dan jelas mereka akan dikeluarkan. Permainan ini cukup popular dan menyenangkan.

Rabu, 26 November 2014

Materi Pelatihan Pramuka Siaga

Adapaun materi-materi latihan pramuka siaga pada masing-masing area pengembangan sebagai mana tersebut di atas dapat dijabarkan sebagai berikut :


  1. Area Pengembangan Spiritual, meliputi :
    1. Pramuka Siaga Mula : mengenal aturan agama yang dianutnya dan  agama serta budaya lain; 
    2. Pramuka Siaga Bantu : memahami aturan aturan agama yang dianutnya dan toleransi terhadap penganut agama dan budaya lain; 
    3. Pramuka Siaga Tata : melaksanakan aturan-aturan agama yang dianutnya dan menghormati penganut agama dan budaya lain. 
  2. Area Pengembangan Emosional, meliputi :
    1. Pramuka Siaga Mula : mengenal Dwisatya dan Dwidarma 
    2. Pramuka Siaga Bantu : memahami Dwisatya dan Dwidarma. 
    3. Pramuka Siaga Tata : mengamalkan Dwisatya dan Dwidarma. 
  3. Area Pengembangan Sosial, meliputi :
    1. Pramuka Siaga Mula : mengenal anggota keluarga, teman dalam satu barung, dan mengenal teman dalam satu Perindukan.
    2. Pramuka Siaga Bantu : mengenal lingkungan serta mengetahui aturan-aturan sosial yang berlaku di lingkungannya. 
    3. Pramuka Siaga Tata : Taat terhadap peraturan-peraturan sosial yang berlaku di lingkungannya serta melaksanakan tugas yang diberikan dengan penuh tanggung jawab serta mengetahui wawasan kebangsaan.
  4. Area Pengembangan Intelektual, meliputi : 
    1. Pramuka Siaga Mula : mengenal pengetahuan, teknologi  dan keterampilan kepramukaan.
    2. Pramuka Siaga Bantu : dapat melaksanakan pengetahuan teknologi  dan keterampilan kepramukaan serta dapat memanfaatkannya.
    3. Pramuka Siaga Tata :  dapat menceritakan pengetahuan dan teknologi  serta keterampilan kepramukaan yang dimilikinya dalam barung dan perindukan.
  5. Area Pengembangan Fisik, meliputi :
    1. Pramuka Siaga Mula : mengenal organ tubuh, gerakan dasar olah raga, kebersihan dan kesehatan.
    2. Pramuka Siaga Bantu : memahami fungsi organ tubuh, gerakan dasar olah raga, kebersihan dan kesehatan.
    3. Pramuka Siaga Tata : membiasakan hidup bersih dan sehat dengan menjaga kebersihan, berolah raga secara teratur dengan mematuhi aturannya, minum cukup dan makan dengan menu gizi seimbang. 
materi-materi latihan untuk pramuka siaga sebagaimana dikelompokkan dalam 5 area pengembangan tersebut telah disusun dalam Syarat Kecakapan Umum Pramuka Siaga untuk masing-masing tingkatan SKU. Sehingga, bagi peserta didik (pramuka siaga) maupun pembina pramuka siaga (Yanda dan Bunda) dalam menjalankan latihan siaga, bisa mengacu pada mataeri-materi sebagaimana point-point dalam SKU.

Rabu, 19 November 2014

Pengertian dan Cara Menyusun Karya Ilmiah Remaja-KIR

1. Apa Karya Ilmiah Remaja (KIR)?
Karya ilniah remaja (KIR), adalah karya ilmiah yang ditulis atau dikerjakan oleh kalangan remaja. Karya ilmiah maksudnya karya tulis yang penggarapannya mengikuti kaidah-kaidah ilmiah. Bukan dibuat dengan cara menghayal, bukan karya fiksi, bukan karya rekaan seperti; puisi, cerpen, novel, cerita bersambung, dongeng, dll. Karya ilmiah setidak-tidaknya harus mempunyai 3 (tiga) syarat, yakni: (1) isi kajiannya berada dalam lingkup pengetahuan ilmiah, (2) cara penggarapannya menggunakan metode ilmiah, dan (3) cara penyajiannya/ penulisannya memenuhi syarat sebagai karya ilmiah.
2. Apa Modal Utama agar Bisa Menyusun Karya ilmiah Remaja (KIR)?
KIR bukan karya hayalan. Oleh karena itu seorang yang ingin menyusun KIR tidak bisa hanya dengan menghayal langsung bisa menyusun KIR. Mereka harus membekali diri dengan dasar-dasar ilmu pengetahuan sesuai dengan bidang garapan KIR yang akan dikerjakan. Yang paling penting untuk diperhatikan yang ingin menyusun KIR harus menanyakan dirinya sendiri: Apakah saya punya modal motivasi yang cukup besar untuk bisa menyusun KIR? Yang dimaksud modal motivasi adalah: (1) Mempunyai keinginan dari kesadaran sendiri untuk bisa menyusun KIR? (2) Mempunyai semangat pantang menyerah mengumpulkan teori-teori untuk menyusun KIR baik dari buku-buku, majalah, internet, atau bertanya dan berdiskusi dengan orang-orang yang ahli dalam bidang garapan KIR? (3) Mempunyai rasa ingin tahu dan tidak mudah percaya dengan hal-hal yang ada di sekitar kita sebelum ditelusuri secara detail dari segi ilmiahnya? (4) Mempunyai kemampuan mensintesa antar teori-teori yang dipahami dan mengkaitkan fenomena-fenomena yang ada di sekitar kita?
3. Bagaimana Langkah-langkah Menyusun KIR?
Untuk menjamin hasil KIR yang baik, maka perlu disiapkan langkah-langkah utama dalam kegiatan penelitian ilmiah sebagai berikut.
  1. Memilih Ide Penelitian
  2. Studi Pendahuluan
  3. Merumuskan Masalah
  4. Merumuskan Manfaat Penelitian
  5. Memilih Tinjauan Pustaka / Landasan Teori
  6. Merumuskan Hipotesis (Jika perlu)
  7. Memilih Metode Penelitian
  8. Menentukan Variabel atau Sumber Data
  9. Menentukan dan Menyusun Intrumen
  10. Mengumpulkan Data
  11. Menganalisis Data
  12. Menarik Kesimpulan
  13. Menulis Laporan KIR
  14. Melengkapi lampiran-lampiran
4. Bagaimana Cara Memilih Ide Penelitian? 
Memilih ide penelitian memerlukan suatu kepekaan dari calon peneliti. Ide atau masalah penelitian bisa diperoleh dari berbagai cara. Di antaranya:
  1. Dari membaca laporan penelitian-penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti sebelumnya dirasakan perlu dilakukan penelitian lanjutan, penelitian pendalaman, atau penelitian pengembangan;
  2. Dari mengamati: (a) fenomena-fenomena atau kejadian yang terjadi di alam sekitar kita; (b) kegiatan yang dilakukan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidupnya; (c) cara kerja yang dilakukan orang untuk mempercepat proses atau meningkatkan mutu hasil produksinya; (d) hasil diskusi orang-orang sekitar kita atau forum ilmiah yang membahas tentang mencari solusi suatu masalah.
  3. Mencari titik-titik singgung atau kesesuaian secara logika dua atau lebih teori-teori yang diketahui. Contoh: Dari teori menyebutkan lapisan ozon menipis sehingga terjadinya global warming salah satu penyebabnya adalah adanya gas buang N2O dan CO2 ke udara. Teori lain menyebutkan bahwa gas N2O dan CO2 dihasilkan oleh banyak hal, di antaranya oleh tanaman yang diberikan pupuk kimia (Urea atau NPK) yang digunakan petani. Titik singgungnya adalah: adakah jenis pupuk lain (ramah lingkungan) yang tidak terlalu banyak menghasilkan gas N2O dan CO2?
  4. Mencari cara-cara baru atau teknologi baru untuk mempermudah cara kerja dari pada cara-cara kerja yang selama ini secara tradisi dilakukan orang atau masyarakat. Cara-cara baru untuk meningkatkan jumlah hasil produksi dari pada cara-cara yang selama ini secara tradisi dilakukan orang atau masyarakat. Cara-cara baru untuk meningkatkan mutu hasil produksi dari pada cara-cara yang selama ini secara tradisi dilakukan orang atau masyarakat.
  5. Memanfaatkan suatu bahan yang selama ini terbuang menjadi limbah oleh masyarakat padahal secara teori suatu bahan itu mengandung unsur-unsur yang dapat dimanfaatkan jika dilakukan pengolahan seperti limbah dapur atau pedagang sayur untuk kompos, limbah serbuk gergaji kayu untuk media tanaman atau bahan bakar kompor, tai ternak untuk bio gas, tombong kelapa untuk selai, dll.
  6. Pesanan pihak luar untuk dilakukan penelitian. Dalam hal ini dapat dicontohkan dari tema atau topik penelitian yang sudah ditetapkan oleh pihak panitia Lomba KIR karena ada kepentingan khusus. Misalnya perusahan TELKOMSEL mengadakan lomba KIR berjudul “Keunggulan Produk Telkomsel dalam Persaingan Media Komunikasi di Indonesia”
5. Apakah Setiap Ide Penelitian dapat Dijadikan Penelitian?
Ide penelitian yang akan diteliti untuk menjamin akan menghasilkan KIR yang baik minimal harus:
(1) Sesuai dengan minat peneliti sehingga peneliti lebih bersemangat dan dengan senang hati mengerjakan penelitian tersebut
(2) Memiliki potensi besar penelitian bisa dikerjakan dengan modal dasar:
  1. Peneliti mempunyai kemampuan, landasan teori, dan pengalaman pengetahuan dalam bidang yang akan diteliti tersebut.
  2. Tersedia waktu yang cukup untuk melakukan penelitian sehingga penelitian tidak asal selesai.
  3. Peneliti siap secara fisik untuk mengobservasi, mengumpulkan data, dan menyusun laporan penelitian.
  4. Peneliti siap secara material atau dana untuk biaya-biaya yang dibutuhkan.
(3) Tersedia faktor pendukung. Pendukung utama adalah:
  1. Tersedia data yang bisa diperoleh baik data primer (digali sendiri) maupun sekunder (dikutip dari data yang sudah ada).
  2. Ada ijin dari pihak berwenang. Walaupun ide atau masalah penelitian sangat menarik untuk diteliti namun jika tidak dapat ijin dari pihak yang berwenang.
  3. Keamanan peneliti terjamin. Maksudnya, meskipun data awal ada, minat ada, kemampuan juga ada, tetapi jika dalam penelitian mengancam keselamatan peneliti sebaiknya penelitian dikaji ulang.
(4)   Hasil penelitian harus bermanfaat bagi kelompok masyarakat tertentu atau masyarakat umum.
6.   Jika telah ada Ide atau Masalah yang Diteliti, Bisakah Penelitian Langsung Dilakukan?
Sebaiknya jangan terburu-buru langsung melakukan penelitian ke lapangan. Sebab resikonya akan menghadapi banyak hambatan dan kebingungan menggali data yang belum tentu cocok atau sesuai dengan yang dibutuhkan dalam penelitian.
Sebelum melakukan penelitian yang sesungguhnya, seharusnya dilakukan studi pendahuluan, yakni observasi awal menjajagi kemungkinan penelitian dapat dilakukan. Observasi awal ini penting dilakukan untuk mencari informasi awal guna mempertajam atau memperjelas ide atau masalah yang akan diteliti.
Fungsi studi pendahuluan adalah:
  1. untuk mengetahui dengan pasti hal-hal yang akan diteliti.
  2. untuk mengetahui dengan pasti siapa informan (yang akan dimintai keterangan) dan mereka mau memberikan informasi.
  3. untuk mengetahui dengan pasti cara-cara mendapatkan data atau informasi.
  4. untuk mengetahui dengan pasti cara-cara menganalisis data
Sesuai dengan fungsinya, studi pendahuluan harus dilakukan pada: (1) rencana lokasi penelitian, (2) calon-calon informan, (3) alat-alat yang akan digunakan dalam penelitian, (4) lembaga-lembaga yang akan memberikan data penelitian, (5) sumber-sumber hasil-hasil penelitian sebelumnya, (5) buku-buku / internet yang dibutuhkan teori-teori pendukungnya, dan (6) kesanggupan pembimbing yang akan memberikan bimbingan selama melakukan penelitian.
7.  Bagaimana Merumuskan Judul dan Masalah Penelitian?
Apabila telah diperoleh ide penelitian dan informasi yang cukup dari studi pendahuluan maka langkah berikutnya adalah merumuskan judul dan masalah penelitian. Judul dan masalah penelitian adalah hal yang terpenting dilakukan agar penelitian yang dilakukan lebih terarah dan akurat dalam pengumpulan teori penelitian serta data pendukung.
Judul penelitian dirumuskan dari ide penelitian. Judul karya ilmiah hendaknya dinyatakan dengan akurat dan padat permasalahan serta bentuk tindakan yang dilakukan peneliti sebagai upaya pemecahan masalah. Formulasi judul hendaknya singkat, jelas, dan sederhana namun secara tersirat telah menampilkan sosok karya ilmiah. Dari kalimat judul penelitian sudah dapat digambarkan hal yang diteliti dan secara tidak langsung dapat diketahui manfaatnya bagi masyarakat tertentu atau masyarakat umum. Inti kalimat judul penelitian adalah “Hal yang diteliti dan objeknya” dapat ditambah “manfaatnya” jika dipandang perlu.
Contoh judul penelitian KIR:
  1. Pengaruh Pemanfaatan Kompos Daun Nangka dan Limbah Sayuran terhadap Kadar N2O Tanah Sawah Subak Wos Teben di Desa Batuan, Kecamatan Sukawati
  2. Pemanfaatan Tombong Buah Kelapa sebagai Alternatif Bahan Pembuat Selai yang Bergizi dan Disukai Konsumen.
  3. Pemanfaatan Minyak Jinten untuk Meningkatkan Kemampuan Otak
  4. Pemanfaatan Sabut Kelapa Sebagai Agregat Dalam Pembuatan Beton
  5. Pemanfaatan Jantung Pisang (Musa paradisiaca) Sebagai Bahan Pengawet Daging.
  6. Studi Komparasi Antara Kualitas Salak Bali dengan Salak Bangkalis.
Merumuskan masalah penelitian dilakukan dengan memilah judul penelitian yang mengandung beberapa variabel yang harus dicarikan jawaban berdasarkan data-data yang nanti akan dikumpulkan.
Kita ambil contoh judul nomor (1) di atas “Pengaruh Pemanfaatan Kompos Daun Nangka dan Limbah Sayuran terhadap Kadar N2O Tanah Sawah Subak Wos Teben di Desa Batuan, Kecamatan Sukawati “. Dari judul itu dipilah menjadi 3 variabel, yakni
  1. kadar kadar N2O yang dihasilkan kompos daun nangka.
  2. kadar kadar N2O yang dihasilkan kompos limbah sayuran.
  3. pengaruh kompos daun nangka dan limbah sayuran terhadap kadar N2O dalam tanah
Dari pemilahan judul penelitian menjadi 3 variabel tersebut sebut tinggal dirumuskan menjadi kalimat pertanyaan yakni:
  1. Bagaimana kadar kadar N2O yang dihasilkan kompos daun nangka?
  2. Bagimana kadar kadar N2O yang dihasilkan kompos limbah sayuran?
  3. Bagaimana pengaruh kompos daun nangka dan limbah sayuran terhadap kadar N2O dalam tanah?
Rumusan masalah penelitian ini khusus untuk point (3) dapat ditambah dengan tempat penelitian yakni  “Bagaimana pengaruh kompos daun nangka dan limbah sayuran terhadap kadar N2O dalam tanah Sawah Subak Wos Teben di Desa Batuan, Kecamatan Sukawati?
Jika sudah sampai pada tahap perumusan masalah penelitian langkah selanjutnya yakni merumuskan tujuan penelitian dapat dilakukan dengan sangat mudah yakni mengubah rumusan masalah penelitian menjadi tujuan dengan menghilangkan kata “bagaimana” menjadi kalimat “untuk mengetahui” dan di akhir kalimat rumusan masalah ada tanda tanya “?” dalam rumusan tujuan penelitian dihilangkan atai diganti dengan tanda titik (.).
Lihatlah sekali lagi rumusan masalah penelitian tersebut di atas. Bandingkan dengan rumusan tujuan penelitian berikut ini.
  1. Untuk mengetahui kadar kadar N2O yang dihasilkan kompos daun nangka.
  2. Untuk mengetahui kadar kadar N2O yang dihasilkan kompos limbah sayuran.
  3. Untuk mengetahui pengaruh kompos daun nangka dan limbah sayuran terhadap kadar N2O dalam tanah.
Jadi rumusan tujuan penelitian dalam karya tulis ilmiah berkaitan langsung dengan masalah penelitian. Sebab rumusan tujuan penelitian adalah untuk mengetahui atau menjawab masalah yang diajukan dalam penelitian.
8.  Perlukah Dirumuskan Masalah Penelitian?
Jawabnya perlu. Sebab sekecil apapun atau sederhana apapun penelitian yang dilakukan pasti ada manfaat dari hasil yang nantinya dicapai. Paling tidak bermanfaat bagi penulis/ peneliti bahwa penelitian itu untuk menambah wawasan tentang hal yang sedang diteliti. Penelitian ilmiah yang baik adalah penelitian yang memberikan manfaat yang cukup besar bagi banyak orang. Bahkan penelitian Albert Einstein memberikan manfaat sangat besar dan mengubah cara pandang orang di muka bumi ini tentang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Jadi rumusan manfaat penelitian dapat diformulakan sebagai berikut.
  1. Bagi Masyarakat
  2. Bagi Pemerintah (jika dipandang perlu)
  3. Bagi penulis
9.  Bagaimana Caranya Menyusun Tinjauan Pustaka atau Landasan Teori?
Tinjauan pustakan atau bisa disebut landasan teori masuk ke Bab II dalam karya tulis ilmiah. Ada juga tinjauan pustaka digabungkan dengan Bab I yaitu Pendahuluan. Tetapi hal itu tidak terlalu prinsip. Artinya tidak karena beda penempatan tinjauan pustaka menyebabkan karya tulis ilmiah itu didiskualifikasikan oleh juri atau panitia lomba karya tulis ilmiah.
Yang penting untuk dipahami adalah bagaimana cara menyusun tinjauan pustaka. Cara atau tips yang praktis untuk menyiapkan diri dalam menyusun tinjauan pustaka dapat dijelaskan sebagai berikut.
(1)  Pahami betul judul penelitian dan masalah penelitian. Apakah variabel-variabel yang ada dalam judul penelitian atau masalah penelitian. Sebab tinjauan pustakan pada dasarnya adalah teori-teori yang perlu dipahami atau diketahui terlebih dahulu oleh peneliti sebelum dilakukan penelitian sehingga penelitian tidak salah arah. Jika teori belum diketahui peneliti atau penulis mana mungkin dia bisa melakukan peneliti.
Contoh pembanding dalam kegiatan sehari-hari kita, suatu hari kita disuruh orang mencari seseorang ibu di pasar karena anak bayinya dititipkan sedang menangis. Sedangkan kita tidak tahu dan tidak pernah mengenal si ibu bayi itu. Kalau sosok ibu-ibu di pasar banyak tetapi manakah ibu yang diperlukan oleh bayi itu. Jika kita langsung mencari sosok ibu yang dimaksud di kerumunan orang-orang di pasar sama saja dengan buang-buang waktu dan tenaga dan kemungkinan besar kita akan kehilangan arah pencarian. Oleh karena itu yang perlu dilakukan sebelum mencari sosok ibu yang dimaksud adalah menanyakan ciri-ciri si ibu. Dalam penelitian ilmiah ciri-ciri si ibu itu disebut dengan tinjauan pustaka. Dari ciri-ciri si ibu atau dari tinjauan pustakan itulah kita akan memiliki kesiapan melakukan penelitian.
(2)  Dari variabel-variabel dalam judul dan masalah penelitian dapat dicatat pointer-pointer tinjauan pustaka yang perlu dicari atau diburu    baik di perpustakaan, toko buku, menanyakan orang-orang sekitar yang mungkin punya buku yang berkaitan, dan melacak di media internet. Bahan dari buku-buku, majalah, atau internet paling tidak untuk satu pointer variabel didukung oleh 2 (dua) sumber. Kalau terpaksa hanya dapat 1 (satu) sumber masih bisa diterima daripada tidak ada tinjauan pustaka sama sekali.
Dari judul yang dijadikan contoh tersebut di atas: “Pengaruh Pemanfaatan Kompos Daun Nangka dan Limbah Sayuran terhadap Kadar N2O Tanah Sawah Subak Wos Teben di Desa Batuan, Kecamatan Sukawati”. Rumusan tinjauan pustaka yang mesti dicari adalah:
-       Gas N2O yang dihasilkan tanah sawah
-       Pupuk organik kaitannya dengan gas N2O yang dihasilkan
-       Pupuk Anorganik kaitannya dengan gas N2O yang dihasilkan
(3)  Tinjauan pustaka dirumuskan secara berurutan sesuai dengan variabel-variabel yang terkandung dalam judul dan  masalah penelitian sehingga menjadi satu rangkaian logika kerangka berpikir ilmiah si peneliti. Dari kemampuan mengurutkan tinjauan pustakan itulah tim juri atau penguji Lomba Karya Tulis Ilmiah dapat mengetahui keteraturan cara berpikir dan logika ilmiah yang dimiliki si peneliti atau penulis. Jika landasan teorinya tidak teratur dan berurutan serta memasukkan teori-teori yang tidak perlu (asal penuh atau asal berisi teori) maka tim penguji dapat menebak si peneliti Karya Tulis ilmiah itu jalan pikirannya ngawur dan kacau. Berikutnya dapat diprediksi hasil penelitian ilmiahnya tidak dapat dipertanggungjawabkan keilmiahannya.
Contoh judul di atas:  Pengaruh Pemanfaatan Kompos Daun Nangka dan Limbah Sayuran terhadap Kadar N2O Tanah Sawah Subak Wos Teben di Desa Batuan, Kecamatan Sukawati. Tinjauan pustakanya secara teori gas N2O adalah salah satu penyebab rusaknya lapisan Ozon di permukaan bumi yang menyebabkan terjadinya pemanasan global. Teori lain menyebutkan Gas N2O salah satu sumber penghasilnya adalah tanah pertanian yang digarap petani selama ini menggunakan pupuk kimia seperti Urea, NPK. Dari teori lain menyebutkan pupuk alam atau organik dapat mengikat mikroorganisme tanah dan gas N2O yang dihasilkan tergolong rendah. Dari tinjauan pustaka dan teori-teori tsb dapat ditarik logika, jika petani menggunakan pupuk organik akan mengurangi gas buang N2O ke udara berarti kerusakan lapisan ozon dapat dikurangi sehingga pemanasan global tidak lebih parah.
Untuk membuktikan seberapa besar gas N2O yang dihasilkan pupuk alami dan pupuk alami jenis mana yang lebih kecil menghasilkan N2O maka perlu dilakukan penelitian eksprimen.

Rabu, 12 November 2014

Materi Kegiatan Pramuka Siaga

Pramuka siaga perlu disampaikan beberapa materi agar tidak terjadi kekosongan kegiatan, berikut beberapa materi kegiatan pramuka siaga :

1. Perkemahan Sehari (Persari)
Perkemahan sehari merupakan kegiatan di luar ruangan (outdoor) yang lebih condong melakukan kegiatan di alam bebas,berhubung masih siaga untuk perkemahan hanya memakan waktu sehari saja, di kegiatan ini para anggota pramuka siaga dikenalkan kegiatan mengenal alam dan kekompakan.

2. Darmawisata
Dalam materi ini para anggota pramuka siaga ajak menuju tempat wisata sebagai ajang liburan dan menambah wawasan. Setelah itu para anggota siaga dapat memaparkan apa saja yang telah diperoleh dari hasil perjalanannya selama berdarmawisata. Diajarkan rasa peduli sesama dan cinta terhadap kekayaan alam serta budayannya.

3. Karnaval
Pramuka siaga dapat menampilkan pawai atau ajang pamer dari hasil kreativitasnya yang sebelumnya telah diajarkan terlebih dahulu bagaimana membuat suatu barang seni atau yang bermanfaat.

4. Permainan Bersama
Para anggota pramuka siaga dikumpulkan dan dikondisikan dalam suatu permainan yang dapat dilakukan secara bersama-sama.

5. Pentas Seni dan Budaya
Materi pramuka siaga ini menampilkan hasil dari latihan dalam bidang seni budaya, diharapkan para siaga dapat menunjukkan rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri dan tidak terlindas oleh budaya luar.

6. Pameran Siaga
Anggota siaga dikondisikan memamerkan hasil karyanya baik individu maupun kelompok yang dapat diliahat secara umum, hal ini menunjukkan bahwa pramuka siaga juga dapat memberikan kontribusi yang positif sehingga kelak dapat membuat suatu karya yang lebih bagus dengan kemampuan yang telah diasah.

Susunan-Kerangka Penulisan Karya Ilmiah Remaja

Halaman judul
 Kata pengantar
 Daftar
 BAB I : Pendahuluan
 1.1.Latar belakang masalah
 1.2.Rumusan Masalah
 1.3.Tujuan Penulisan
 1.4.Metode Penulisan
 1.5.Manfaat penulisan
 1.6.Sistematika Penulisan
BAB II Tinjauan Pustaka
 Tinjauan pustaka atau landasan teori dapat berisi hal-hal berikut :
 1.Teori-teori berhunungan dengan masalah-masalah yang akan dipecahkan.
 2.Rujukan dari hasil penelitian sejenis yang telah dilakukan oleh peneliti yang terdahulu
 3.Rujukan-rujukan yang berkaitan dengan bahan dan metode penelitian
BAB III Metodologi
 Metodologi berisi hal-hal berikut
 1.Tempat dan waktu penelitian
 2.Populasi dan sampel
 3.Variabel penelitian
 4.Alat-alat dan bahan penelitian
 5.Cara kerja penelitian
 6.Rancangan tabulasi data
BAB IV Data dan Pembahasan
 Pada bagian ini berisi data hasil penelitian yang dipaparkan dalam bentuk tabel.Pada setiap tabel diikuti analisis data,analisis data dapat menggunakan analisis statistik dan atau analisis deskriptif.
 Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan pembahasan adalah sebagi berikut :
 1.Analisis data harus dipaparkan terlebih dahulu sebelum pembahasan dituliskan
 2.Jangan mengulang atau merumuskan kembali hal-hal yang telah dikemukakan
 3.Bila terdapat kekurangan-kekurangan atas pengumpulan data,akui sebagai keterbatasan dan tidak perlu membela diri
 4.Rekombinasi untuk penelitian lebih lanjut harus singkat.
 5.Pembahasan adalah bagian tulisan yang mengutamakan kreativitas berpikir
 6.Teruskan mencari dan membaca literatur terbaru yang relevan.
BAB V Kesimpulan dan Saran
 Kesimpulan suatu karya ilmiah yang ringkas dan bermakna harus dirumuskan berdasarkan hasil penelitian yang terpenting sehingga menggambarkan hasil penelitian yang final dan utuh.
 Kesimpulan biasanya juga disertai dengan saran-saran akan penelitian selanjutnya sehingga berkembang dari penelitian dalam tulisan tersebut.
Daftar Pustaka